Kali ini saya akan menjelaskan tentang sejarah masuknya jujitsu di gresik.Institut Ju-Jitsu Indonesia atau biasa disebut (IJI) Cabang Gresik dulu dibawa oleh Kahar Guntoro (DAN III) pada tahun 1991 atas nama cabang Surabaya. Namun sebelum dikukuhkan menjadi salah satu cabang Ju-Jitsu di kota Gresik masih berstatuskan independent atau hanya sekedar meminjam tempat latihan. Perjalanan Ju-Jitsu Gresik dapat dikatakan gampang-gampang susah, hal itu disebabkan oleh status tersebut. Akan tetapi semua itu tidak menjadi suatu masalah yang berat dan rumit bagi para Ju-Jitsan saat itu.
Ju-Jitsan pertama di Gresik saat ini yang tersisa adalah oleh Dody Ibrahim (DAN I), Husni Said, S.E. (DAN I), Selamet, Amd (DAN I), Hilmi Ryzal (DAN I), Suryono (DAN I), Sarwo (DAN I), Gufron (DAN I), Farid (DAN I) Mereka adalah murid-murid atau anak didik Ju-Jitsu dari Kahar Guntoro (DAN IV).
Pada masa-masa latihan yang mereka lakukan, tidak seperti masa sekarang. Tetapi mirip dengan sekolah militer bagi mereka. Dan apa boleh buat, bila memang sudah menjadi jodohnya, takkan lari gunung dikejar. Semangat pun berlatih masih terus membara dalam diri mereka hingga sekarang.
Tahun 1994, kepemimpinan Kahar Guntoro digantikan oleh (Alm) Ibnu Teguh Santoso, S.H. (DAN II). Suasana mulai berubah. Dulu latihan yang hanya terpatok dalam hal fisik dan materi, kini pada masa kepemimpinan (Alm) Ibnu Teguh Santoso, S.H., Ju-Jitsu Gresik berkembang pesat dikarenakan karena lebih terimbangi pada keorganisasian. Pada saat-saat itu pula dojo Ju-Jitsu di Gresik yang dulunya hanya ada di SMA Semen Gresik. Pun berkembang. Mulai dari SMK Semen Gresik, SMAN 1 Gresik, SMAN 1 Manyar, SMAN 1 Cerme, SMAN 1 Kebomas, SMPN 1 Bungah, SMA NU 1 Gresik, SDN Sidokumpul 2 Gresik, SD Petro Kimia Gresik, dan dojo Ponpes Hidayatullah Manyar. Dan Ju-Jitsan pun bertambah seiring dengan bertambahnya Dojo-Dojo tersebut.
Dan pada tahun 2002, nama Ju-jitsu Gresik berubah menjadi Ju-Jitsu Cabang Gresik. Disaat itu pula Pemkab Gresik menyarankan, agar Organisasi Ju-Jitsu Cabang Gresik ikut serta dalam keanggotaan KONI Gresik. Lamanya perjuangan demi mewujudkan menjadi suatu cabang di kota Gresik sendiri yang dulu tak pernah terpikirkan, kini telah menjadi Setelah suatu gebrakan yang dibuat oleh Dody Ibrahim A, dkk. Dan kita, sebagai Ju-Jitsan penerus, tetaplah menjaga semangat yang telah dirintis oleh para senior pendahulu, dalam latihan maupun dalam keorganisasian. Demi kemakmuran dan ketentraman bersama, tanpa terlepas dari Sumpah & Semboyan JU-JITSU dalam menjalankan dan mewujudkannya.
Sumpah Jujitsu
1. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Taat pada Orang Tua
3. Sanggup Menjaga nama baik Jujitsu
4. Bersifat ksatria dan jujur
5. Taat pada pelatih
1. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Taat pada Orang Tua
3. Sanggup Menjaga nama baik Jujitsu
4. Bersifat ksatria dan jujur
5. Taat pada pelatih
Semboyan Jujitsu
1. Berlatih Jujitsu demi kemanusiaan
2. Tidak boleh sombong
3. Membela yang lemah, berdiri di pihak yang benar
4. Jujitsu digunakan hanya dalam keadaan terpaksa
5. Dalam latihan tidak ada tawa dan tangis
Sekian yang dapat saya jelaskan semoga bermanfaat bagi kalian. See you next time.
OSH....
1. Berlatih Jujitsu demi kemanusiaan
2. Tidak boleh sombong
3. Membela yang lemah, berdiri di pihak yang benar
4. Jujitsu digunakan hanya dalam keadaan terpaksa
5. Dalam latihan tidak ada tawa dan tangis
Sekian yang dapat saya jelaskan semoga bermanfaat bagi kalian. See you next time.
OSH....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar